Ini adalah cerpen yang aku buat hanya untuk flashback di masa lalu dan buat tugas juga sih hehe JUST IT !
Disuatu senja yang dihiasi rintik
hujan, aku menyalakan komputerku. Ya hanya sekadar untuk buka facebook dan
twitter aja sih. Disaat itu juga aku upload suatu photo hasil bidikan kameraku,
hanya untuk share ke teman-teman yang sehobi dengan ku. Hobi yang aku geluti
hingga kini yaitu photography. Aku upload dan aku tag ke teman-temanku termasuk
teman mayaku yang kenal hanya lewat jejaring social. Semisal si Robert
Desainboy itu nickname facebooknya. Dia itu photographer asal Tangerang, Jakarta
Selatan.
Setiap aku upload foto, tak lupa
atau entah mengapa aku selalu menge-tag dia disetiap hasil karya bidikku. Oh
iya, dia itu sangat jago sekali dalam bidang photo macro teman. Kalian tahu gak
sama photo macro?. Photo macro adalah photo dimana itu diambil atas object
kecil seperti serangga. Dan aku juga pernah di-tag photo macro hasilnya dia,
dan hanya satu komentarku ketika ia suruh mengomentari yaitu “ Wow “. Aku
takjub !.
UUPS kalo di pajang di halaman depan bakal gak muaat, klik lanjutannya aja ya. !
Selang beberapa waktu, kami saling
kirim pesan via facebook, dan saat itu pula aku meninggalkan sesuatu buatnya,
entah itu menurutnya berharga atau tidak, ya aku tidak tahu. Aku hanya
meninggalkan nomer handphoneku.
Karena mataku ini sudah tak kuat
lagi menahan radiasi cahaya dari layer komputerku, dan sang adzan telah
berkumandang. Maka aku hentikanlah penelurusuran ku di dunia maya. Dan selain
itu juga aku hentikan obrolanku dengan kak Robert saat itu juga.
“ Yuk, awakmu opo wis adus?.” Saat hendak memaatikan komputer
suara ibuku yang nyaring terdengar.
“ Belum bu, habis ini mungkin aku
akan mandi. “ begitulah jawabku sekenanya.
Saat setelah aku mematikan
komputer. Aku pun tak pernah luput dari kebiasaan yang aku lakukan yaitu
melihat handphone. Sekadar mengecek ada sms ataupun telpon masuk.
Saat itu juga aku menemukan satu
message dari nomer yang tak kukenali. Dan tanpa basa-basi juga karena aku sudah
dirubung dengan rasa penasaranku, akhirnya aku buka juga itu sms.
1
New Text Message
From : 085722xxxxx
From : 085722xxxxx
Hai
dek… Robert
Nah saat aku selesai membaca
barisan akhir dari pesan singkat tersebut, aku akhirnya mengerti siapa dalang
yang mengirim sms ini. Dia adalah Robert yang barusan aku ajak ngobrol via
facebook.
Aku tak menyangka dia bakal
mengirim pesan singkat padaku begitu cepat. Tapi kesan pertama ku adalah acuh
tak acuh sih menanggapinya. Aku juga tak terlalu perduli.
“ Nduk, ndang kono adus. “ ujar ibu
yang membuyarkan segala halusinasiku tentang kak Robert.
“ Inggih.” Ucapku seraya
melangkahkan kaki menuju kamar mandi yang jaraknya tak terlalu jauh dari ambang
pintu tempat aku terpaku kali ini,
Beberapa menit setelah aku mandi
dan ganti baju, aku melangkahkan kaki ku menuju ke kamar untuk menonton
televisi disana. Dan tanpa disadari aku melihat layar handphoneku berkedip. Aku
bergumam, pasti kak Robert yang sms. Dan ternyata itu benar adanya, dialah yang
sms.
Aku baca setiap kata dan kata yang
ia tulis di pesan tersebut. Dan itu
membuat aku kaget, kenapa malah jadi keterusan dan tiba-tiba menyatakan
perasaannya kepadaku. Apa itu gila ?... dan aku tak habis pikir itu terjadi.
Aku harus menjawab apa ini?.. aku dilema saat itu juga.
Dan akhirnya setelah aku menimbang nimbang cukup lama.
Aku pun menjawab iya. Karena aku pun merasakan cinta yang begitu nyata di dalam
diriku dan aku tunjuk dialah yang pantas untuk kucintai. Meski cintaku dan
cintanya hanya terjalin maya, tapi aku tak perduli biarlah ini cerita cinta
mayaku berjalan sendirti mengikuti alur yang telah ditentukan. Biarlah jarak
yang membentangi kisah ini menjadi sebuah pacuan kita untuk ingin selalu
bersama. Dan biarlah segala perbedaan yang ada menjadi sebuah jalan untuk
mencapai sebuah persamaan yang abadi.
Categories:
cerpen