Diary Ditsaa

di senja hari, aku termenung dengan pandangan kosong menatap langit sora bergradiasi warna nan apik. tapi pikiranku entah kemana. kosong yang ada.

" Mencintai seseorang bukan dari lebih maupun kurangnya namun dengan apa adanya dirinya ."
gue diam. serasa semua saraf yang ada dalam tubuh ini beku seketika. tak lain dan tak bukan karena dirimu. kau buat aku gelisah, terkurung sepi dalam depakapn pekatnya asa. kau disana sedang melawan takdirmu. takdir yang akan menghantarkan kau kebumi maupun ke surga.

" Kematian seseorang tidak ada yang tahu. Hanya Tuhan yang tahu. "
kau disana berteman hanya dengan selang infus dan bantuan alat nafas oksigen. kau disana terpejam dan tanpa merasakan apa-apa. Mungkin kau sedang di alam sadarmu yang tak akan pernah ku tahu isi dari alammu itu.
" Menunggu itu menyebalkan, namun apalah daya. Kalo toh harus menunggu ya konsekuensinya harus sabar . "

Categories:

One Response so far.

  1. Blog yang menarik dan unik nih,mau tukaran link gak :)

Leave a Reply